Fakta Tentang Rapid Test, PCR Dan Virus Covid


Fakta Tentang Rapid Test, PCR Dan Virus Covid

Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus tersebut merupakan virus jenis baru dari keluarga Coronavirus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada siste, pernapasan mulai dari gejala ringan hingga berat. 

Fakta Tentang Rapid Test, PCR Dan Virus Covid
Fakta Tentang Rapid Test, PCR Dan Virus Covid

Tetesan Darah

Saat Rapid Test yang diuji adalah tetesan darah, sedangkan virus Covid-19 tidak menyebar di aliran darah melainkan saluran pernafasan.

Tidak Mendeteksi Keberadaan Virus

Dia hanya mendeteksi antibodi kita sedang reaktif atau tidak. Kalau antibodi sedang reaktif, artinya sedang ada virus/bakteri yang masuk ke dalam tubuh kita entah  itu virus atau bakteri apa. Ibaratnya virus atau bakteri itu penjahat, sedangkan antibodi itu adalah polisi, jadi kalau ada polisinya lagi reaktif nembak nembakin senapan berarti sedang ada penjahat yang masuk.

Orang Yang Sedang Flu

Orang yang sakit flu pun kalau dites dengan rapid test pasti hasilnya positif karena saat flu, ada virus yang masuk dan antibodinya reaktif. Jadi kalau rapid test Positif + belum tentu kena corona, karena semua virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh kita bisa menyebabkan antibodi kita jadi reaktif dan hasil rapid test jadi positif.

Fakta Tentang PCR


PCR adalah test selanjutnya setelah rapid test, jika rapid test tujuannya mendeteksi antibodi sedang reaktif atau tidak, kalau PCR bisa mendeteksi RNA dan DNA dari saluran pernafasan. PCR hanya bisa menunjukan bahwa ada virus ditubuh kita, kemudian PCR bisa mendeteksi RNA dan DNA dari virus tersebut sehingga lewat PCR akan ketahuan virus apa yang masuk kedalam  tubuh kita.

Jadi tidak ada orang yang murni meninggal karena Corona dikarenakan didalam tubuhnya  ada beraneka macam virus dan bakteri yang sudah masuk terlebih dahulu jauh sebelum virus corona masuk. Karena saking banyaknya virus jadinya antobodi  tidak mampu membunuh semua virus dan bakteri, apalagi bagi orang yang sudah lanjut usia dimana produksi antibodinya sudah menurun.

Jika ada ribuan orang yang meninggal karena Corona, itu artinya sebelum datang sudah ada ribuan macam virus yang menyerang orang orang tersebut. Sehingga ketika Corona datang, antibodinya sudah menurun.

Misalkan kemarin ada 1000 orang yang positif Corona kemudian hari ini ada 100 orang yang positif Corona, bukan berarti hari ini jumlah pasien bertambah jadi 1100. Ingat Rapid Test hanya mendeteksi antibodi sedang reaktif atau tidak.

Fakta Tentang Covid

Angka kematinya sangat kecil, dibawah 3% bahkan ilmuan Amerika bilang katanya dibawah 1%, jika ditubuh anda hanya ada virus corona saja tanpa kehadiran virus lainmya, maka dalam 14 hari akan sembuh dengan sendirinya dan anda tidak akan mati.

Yang berbahaya dari virus ini adalah virus ini mudah menyebar dan mudah berkembang biak dengan cepat dan menyebar berpindah dari tubuh 1 orang ke orang lainnya.

Virus menyebar lewat cairan yang keluar dari mulut dan hidung serta lewat sentuhan tangan. Itulah kenapa kita dianjurkan memakai masker dan sarung tangan.

Virus ini akan tetap hidup didunia sampai hari kiamat, jadi mau memberlakukan PSBB sampai kiamat pun tetap virusnya nggak akan musnah. Satu-satunya solusi adalah pemerintah hatus bergerak cepat memfokuskan segala sumberdaya dan dana untuk menyediakan vaksin dan obatnya.

Jadi waspada harus, takut boleh.....
Tapi jangan ketakutan berlebihan, sebab ketakutan berlebihan akan menurunkan system imunitas. Lihat saja orang gila yang suka tidur dipinggir trotoar, mereka nggak kena Corona karena mereka ngga pernah takut, maklum namanya juga orang gak sadar.. hhehehehe

Semoga bermanfaat, jika ada kelasahan mohon dikritik dan saranya jangan lupa dibagikan ke teman teman anda supaya mereka tahu.

0 Response to "Fakta Tentang Rapid Test, PCR Dan Virus Covid"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel